Kalahkan Singapura, Jateng Juara Solna 2019

suaramerdeka 09-12-19 20:20 olahraga

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kontingen Special Olympics Indonesia (Solna) asal Jateng menjuarai Turnamen Sepak Bola Olimpiade Khusus ke-8 Asia Tenggara. Piala dibawa pulang setelah mengalahkan tuan rumah Singapura 5-0 dalam final yang berlangsung di Yio Chu Kang Stadium, Singapura, Minggu (8/12). Prestasi itu menuai pujian dari berbagai pihak. Salah satunya Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinung N Rachmadi yang menyebut, prestasi itu merupakan kado terindah bagi Solna Indonesia dan Jateng. Belum lama ini Solna menggelar Munas di Kota Semarang, dan terpilihlah Warsito dari Jateng menjadi ketua umum. ''Kami semua berharap anak-anak SoIna sepak bola tetap rendah hati atas prestasi ini. Tetap berlatih, serta mampu memotivasi SoIna Cabor lainnya dalam kancah International," papar Sinung, kemarin. Ajang 8th Special Olympics Southeast Asia Unified Football Tournament berlangsung di Yio Chu Kang Stadium, Singapura. Selain Indonesia, cabor sepak bola juga diikuti Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Hongkong, dan tuan rumah Singapura. Indonesia diwakili Tim Solna asal Jateng. Mereka adalah Edy Prakoso (Sragen), Yoan Mahendra (Semarang), Dwi Setyawan (Sragen), Muhammad Khibatullah (Pekalongan), Luqman Fauzi (Temanggung). Tim itu ditangani pelatih Agus Aryadi dan asisten pelatih Zauzan Kharisma Aquista dan tiga partner Kartika Vedhayanto (Salatiga), Aditya Jorry (Rembang) dan Khakam Mizan (Batang). Sinung mendengar kabar capaian prestasi itu dari Tim Pendamping Disporapar Jateng untuk Solna Jateng yang turut serta ke Singapura. Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Agung Haryadi juga ikut serta. "Capaian ini sesuai dengan harapan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin ketika melepas mereka saat berpamitan. Jateng mewakili Indonesia dan harus juara, dan tercapai," kata Sinung, Senin. Wagub Jateng Taj Yasin yang mendengar kabar itu, menyampaikan ucapan Alhamdulillah , karena SoIna dari Jateng juara di cabor sepak bola. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong dan mendukung serta memahami, jika mereka yang memiliki keterbatasan fisik, ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa. Taj Yasin pun merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh atlet-atlet Solna Jateng. Tak hanya sekali mereka menjadi jawara pada kejuaraan tingkat dunia. Sebelumnya mereka sukses berlaga pada Olimpiade Musim Panas di Abu Dhabi. "Tim pesepak bola tunagrahita ini sudah beberapa kali menorehkan prestasi, bahkan ada yang lima kali memeroleh medali. Ini menunjukkan bahwa di balik kekurangan pasti ada potensi yang bisa diarahkan dan dikembangkan," ujarnya. (Hendra Setiawan/CN26/SM Network)