Kemendes RI Dorong Terbentuknya Desa Bersih Narkoba

krjogja 02-12-19 16:57 nasional

MAGELANG, KRJOGJA.com - Penggunaan Narkoba di kalangan anak muda, terutama pelajar di Kabupaten Magelang, sudah sangat memprihatinkan. Sebab dari 23 orang pasien BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Magelang, 18 orang adalah pelajar. "Penggunaan Narkoba bagi pelajar di Magelang sangat memprihatinkan, mayoritas pasien BNN di Magelang adalah pelajar," kata Kepala BNN Kabupaten Magelang, AKBP Katerina, pada Fasilitasi Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang di gelar Kementrian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Artos Magelang, Senin (02/12/2019). Dalam kegiatan mewujudkan desa bersinar tadi, di hadiri Direktur Pelayanan Sosial Dasar Kementerian Desa Derektorat PPMD, Bito Wikantosa, Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi, serta para kepala desa (Kades) di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung. Menurut Katerina, untuk mencegah peredaran Narkoba di kalangan pelajar, BNN Kabupaten Magelang telah membentuk Desa Bersinar, yakni Kelurahan Mertoyudan dab Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. "Kamu sudah membentuk Desa Bersinar, termasuk penggiat dan relawan anti Narkoba. Desa tersebut, menjadi desa percontohan dalam penanggulangan Narkoba," ujarnya. Kasat Res Narkoba Polres Magelang, Iptu Abdul Mutohir SH menyebutkan, Tahun 2019, kasus Narkoba di Polres Magelang, terdapat 39 kasus dengan 41 tersangka. Sedangkan wilayah rawan peredaran Narkoba, adalah Kecamatan Mertoyudan, Muntilan, Mungkid, itu termasuk kecamatan yang paling rawan. Karena daerah tersebut, menjadi pintu gerbang yang menghubungkan wilayah Yogyakarta. Direktur Pelayanan Sosial Dasar Kementerian Desa Derektorat PPMD, Bito Wikantosa menyatakan, ada dua kabupaten di Jawa Tengah, menjadi percontohan daerah untuk penanggulangan Narkoba, yakni Kabupaten Magelang dan Kabupaten Demak. "Kabupaten Magelang, masuk daerah percontohan dalam penanggulangan bahaya Narkoba," jelasnya. Untuk itu, kepala desa (Kades) yang menjadi pemimpin desa selalu berhadapan langsung dengan rakyat. Terkait bahaya Narkoba, aparat desa punya abdil besar untuk melakukan penanggulangan Narkoba, karena Narkoba harus di lawan, dengan membentuk kelompok atau pengorganisasian yang menangani dalam penanggulangan peredaran Narkoba. "Karena desa dianggap aman dalam peredaran Narkoba. Jadi kita perlu malakukan koordinasi secara riil, dengan tugas pokok dan fungsinya, sehingga desa Bersinar dapat terwujud. Pencegahan bahaya Narkoba harus dilakukan lewat desa," ujarnya. Anggota DPR RI, Ir Sudjadi menambahkan jika permasalahan narkoba sama dengan penanganan terorisme, radikalisme dan pembunuhan. Jadi hukumannya juga harus berat. "Tak hanya itu, pencegahannya juga harus dilakukan secara bersama-sama melibatkan seluruh stakeholder mulai dari desa hingga pusat," pungkasnya. (Bag)