Tanamkan Gerakan Anti Politik Uang, Bawaslu Kabupaten Magelang Gelar Festival Soreng

magelangekspres 16-11-19 02:41 nasional

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG Bawaslu Kabupaten Magelang akan menggelar Festival Soreng Bawaslu di Taman Parkir Gunung Telomoyo, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Festival ini akan diikuti sejumlah kelompok kesenian tradisional di sekitar lereng Gunung Merbabu, Gunung Andong, dan Gunung Telomoyo. Festival Soreng Bawaslu ini dimaksudkan untuk menanamkan Gerakan Anti Politik Uang kepada masyarakat Kabupaten Magelang. Tarian itu dipilih karena memiliki gerakan tarian yang menunjukkan sikap dan semangat kepahlawanan dan sikap berani berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Gerakan tari soreng dinilai bisa memberikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Pada masa Pilkada, Bawaslu juga sudah membentuk Kelompok Tari Soreng yang anggotanya pengawas pemilu. Dari tari Sorenglah Bawaslu mengadopsi moto Siogo Magito Gito, ucap Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Sholeh, Jumat (15/11). Disebutkan Festival Soreng Bawaslu ini juga akan dimeriahkan berbagai kegiatan diantaranya Lomba Melukis Anti Money Politics, Diskusi Anti Money Politics, Pasar Rakyat, Lomba Foto Event dan lainnya. Festival Soreng Bawaslu rencananya akan dibuka Bupati Magelang Zaenal Arifin serta dihadiri Forkompimda dan sejumlah tokoh. Dalam acara ini, Bawaslu Jawa Tengah rencananya akan me-launching 5 desa di lereng Gunung Andong dan Gunung Telomoyo menjadi Desa Anti Politik Uang (Desa APU). Kelima desa tersebut yaitu Desa Giri Rejo, Desa Jogoyasan, Desa Sumberejo, Desa Pagergunung dan Desa Pandean. Kelima desa tersebut sudah menerima sosialisasi dan pembinaan dari Bawaslu Kabupaten Magelang serta mantan Ketua Bawaslu RI Bambang Eka Cahya Widodo dan Katib Syuriah PCNU Kabupaten Magelang Gus Ahmad Labib Asrori. Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Magelang sudah melaunching 3 Desa Anti Politik Uang (Desa APU) bersamaan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019 di halaman SD Negeri Sambak, Kajoran. Ketiga desa tersebut yaitu Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Desa Ngawen (Muntilan) dan Desa Kaliurang (Srumbung), terang Habib. Desa Anti Politik Uang (Desa APU) adalah desa dengan karakter masyarakat memiliki kesadaran politik tinggi untuk mewujudkan demokrasi bersih dan bermartabat, serta memiliki komitmen kokoh untuk menolak dan melawan money politics. Baca Juga Diawali Friendship Run, 11 Ribu Pelari akan Ramaikan Borobudur Marathon 2019 Selain Desa APU, Bawaslu Kabupaten Magelang juga sudah melaunching 3 Desa Pengawasan yaitu Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman dan Desa Ketundan, Kecamatan Pakus. Desa Pengawasan adalah desa dengan karakter masyarakat yang memiliki kesadaran penuh untuk terciptanya pemilu demokratis dan mampu menekan potensi pelanggaran pemilu. Dengan pendekatan, pencegahan dan penindakan, serta berpartisipasi ikut mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran di wilayah masing-masing, papar Habib. Launching 8 Desa APU dan 3 Desa Anti Politik Uang ini melebihi target dan tugas yang diberikan Bawaslu Jawa Tengah kepada setiap Bawaslu Kabupaten/Kota. Sampai akhir Desember 2019, Bawaslu Jawa Tengah memberikan tanggung jawab kepada setiap Bawaslu kabupaten/kota untuk membentuk 3 Desa Pengawasan dan 3 desa Anti Politik Uang (APU). Adapun Bawaslu Kabupaten Magelang sudah berhasil membentuk 11 desa. Pembentukan delapan Desa APU dan tiga Desa Pengawasan ini akan menambah desa binaan Bawaslu Kabupaten Magelang. Pada Pemilu 2019 Bawaslu Kabupaten Magelang sudah lebih dulu membentuk Desa Anti Politik Uang Jaga Demokrasi (Desa Sapu JagaD) di Desa Somoketro, Kecamatan Salam, serta Kampung Anti Money Politics di Dusun Pandean, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, dan Dusun Sawangan, Desa/Kecamatan Sawangan. Bawaslu Kabupaten Magelang juga memiliki program Keluarga Anti Money Politics (KeAMP) dengan anggota 48 ribu keluarga. Camat Ngablak Budi Daryanto mengatakan pihaknya akan memanfaatkan momen Gelar Budaya Bawaslu untuk menggelar Deklarasi dan Ikrar Pilkades Damai. Untuk itu, pihaknya sudah mengundang seluruh Cakades se-Kecamatan Ngablak untuk menghadiri Gelar Budaya Bawaslu. Kami sangat mendukung kegiatan Launching Desa Anti Politik Uang yang dirangkaikan dengan kegiatan Gelar Budaya, papar Budi. Kegiatan ini dinilai akan mengedukasi kepada masyarakat bahwa era sekarang ini, sudah bukan jamannya lagi sebuah Pesta Demokrasi atau Pemilihan Pemimpin di Tingkat apapun (Desa, Daerah, Pusat) harus diwarnai dengan politik uang atau serangan fajar. Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, warga masyarakat di desa-desa di wilayah kami semakin sadar, bahwa dalam memilih pemimpin, mereka harus melihat, rekam jejak, visi dan misi, kemampuan dan kemauan dari Calon dalam memperjuangkan daerah yang dipimpinnya, tutur Budi.(cha).