Street Cullinary Tak Setor Kas Daerah, Dewan Temanggung 'Nagih'

krjogja 15-11-19 15:40 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - DPRD mengkritisi penyelenggaraan 'Street Cullinary' di Jalan Diponegoro, karena telah memungut sejumlah uang, sementara mereka tidak setor pada kas daerah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan Street Cullinary telah memanfaatkan aset negara maka harus ada dana ke kas daerah, apapun bentuk kegiatan tersebut. "Pungutan atas penggunaan aset daerah kepada pihak manapun ya harus masuk ke kas daerah, apapun bentuk kegiatannya," kata Tunggul Purnomo, Jumat (15/11/2019). Apalagi, katanya, dalam menggunakan aset daerah tersebut panitia atau penyelenggara memungut dana dari masyarakat. Disini harus ada perhitungan dan harus disetor ke kas daerah. Sejumlah peserta Street Cullinari menyatakan untuk ikut even harus membayar Rp 300 ribu pada panitia. Uang itu dipergunakan membayar sewa tempat yang terdapat fasilitas tenda, listrik, dan uang kebersihan. "Kami produk UMKM jadi kontribusi ke panitia Rp 300 ribu," kata seorang peserta Ida, Jumat (15/11/2019). Peserta lainnya, Lia mengatakan memang ada pembayaran ke panitia tetapi jumlahnya tidak Rp 300 ribu melainkan berdasar perhitungan keuntungan atau semacam bagi hasil. "Jika keuntungan besar kami setornya juga besar jika sedikit pembayaran ke panitia sedikit," katanya. Panitia kegiatan, Kristanta mengatakan terdapat 60 stand pada Street Cullinary yang berlangsung Jumat - Sabtu (15-16/11/2019). 30 stand untuk produk UMKM dan 30 stand untuk komersial. Stand produk UMKM membayar pada panitia Rp 300 ribu, sedangkan stand komersial dengan bagi hasil keuntungan 80 : 20. "Prosentasenya 80:20. 80 persen untuk pelapak atau peserta dan 20 persen untuk panitia. Semua stand telah terisi," katanya. Dikatakan tidak ada subsidi dari pemda pada kegiatan untuk mendukung HUT Temanggung ke 185 itu. Pemda hanya memfasilitasi penutupan jalan Diponegoro. Selebihnya panitia mengusahakan tenda, listrik dan tenaga kebersihan. "Dana dari peserta untuk operasional, seperti sewa tenda," katanya. Dikemukakan, panitia tidak setor uang ke kas daerah, sebab even merupakan bagian dari HUT Temanggung. Namun panitia punya kewajiban untuk melaporkan kegiatan, yang termasuk didalamnya adalah laporan keuangan.(Osy)