Brigadir Permadi Divonis Hakim 20 Tahun

krjogja 13-11-19 19:41 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Brigadir Permadi DW dan pacarnya, Nurtafia menerima vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Temanggung yang diketuai Agung Ariwibowo SH, Senin (04/11/2019). Pengacara Brigadir Permadi, Catur SH mengatakan kliennya tidak mengajukan banding pada Pengadilan Tinggi atas putusan hakim PN Temanggung, setelah mempertimbangkan dengan matang akhirnya menerima. "Batas waktu Senin lalu, dan klien kami tidak mengajukan banding. Semua menerima putusan majelis," kata Catur SH, Rabu (13/11/2019). Dia mengatakan bersama keduanya juga dihukum Wiji Indarto dengan hukuman 20 tahun penjara. Rizal Ariyadi 18 tahun penjara, 18 tahun penjara. Keempatnya adalah otak, eksekutor dan pembantun. Sedangkan Agus Setyo dihukum 7 tahun penjara, ia sebagai penyedia rumah untuk eksekusi pembunuhan. Jadi seluruh klien kami menerima putusan," katanya. Kepolisian Resort Temanggung menyatakan setelah ada putusan hukum tetap (incraah) atas Brigadir Permadi DW, pihaknya segera menggelar sidang kode etik atas anggotanya. "Kami segera gelar kode etik, setelah yang bersangkutan menerima vonis dari PN Temanggung," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali. Disampaikan perangkat persidangan telah ada di Kepolisian Resort Temanggung, pemeriksaan pada yang bersangkutan juga telah dilakukan, dengan demikian berkas-berkas telah ada. Maka itu, begitu Incraah, perangkat persidangan diisi dan digelar persidangan. "Persidangan bisa digelar, perangkat sudah ada tinggal mengisi lalu bersidang," katanya. Dikatakan institusi kepolisian bakal menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar hukum dan aturan, baik kode etik dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Jika memang terbukti lakukan pelanggaran berat maka akan dipecat secara tidak hormat. Seperti diberitakan Brigadir Permadi DW dan pacarnya, Nurtafia divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Temanggung yang diketuai Agung Ariwibowo SH, Senin (04/11/2019) karena terbukti dipersidangan telah berencana dan membunuh pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, pada 12 maret 2019 yang kemudian berhasil diungkap Polisi 18 Maret 2019. Mereka melanggar pasal 340 jo 55 ayat 1 ke 2 KUHP subsider 338 jo 55 ayat 1 ke 2. (Osy)