Tigapuluh Persen Belum Daftarkan Karyawannya

radarsemarang 30-05-17 09:10 teknologi

TEMANGGUNGBadan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta perusahaan di Temanggung dan Magelang untuk mendaftarkan semua karyawannya menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). BPJS Kesehatan Kantor Cabang Magelang menengarai, sekitar 30 persen dari 800 perusahaan di Temanggung dan Magelang, belum mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS Kesehatan. Perusahaan yang sudah mengikutsertakan pun berdasar penelusuran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Magelang, terindikasi ada yang hanya memasukkan sebagian pekerja. Semua karyawan harus diikutsertakan perusahaannya di BPJS Kesehatan. Ini kewajiban perusahaan. Perusahaan yang membandel dapat dikenai sanksi, kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Magelang, Surmiyati, di Temanggung, Senin (29/5) kemarin. Surmiyati menyampaikan, perusahaan yang belum memasukkan pekerja pada BPJS Kesehatan, sebagian besar adalah usaha mikro yang belum mengantongi izin usaha. Seperti pertokoan, usaha kerajinan, produsen tahu dan tempe. Meski begitu, karena telah mempekerjakan orang, maka harus didorong agar pekerjanya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Bagi perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian pekerjanya di BPJS Kesehatan, pihaknya tidak segan untuk memperkarakan sesuai aturan yang berlaku. Perusahaan yang melanggar, dapat dikenai sanksi administrasi. Yakni, berupa penundaan penerbitan berbagai macam dokumen perizinan. Kalau terbukti ada perusahaan yang nekat memotong gaji karyawan dengan alibi iuran BPJS namun tidak disetorkan, itu namanya melanggar hukum dan bisa berhadapan dengan sanksi pidana, tegas Surmiyati. Disampaikan, berdasarkan aturan, besaran iuran bagi peserta pekerja penerima upah adalah sebesar 5 persen dari gaji per bulan. Pembagiannya, 4 persen dari pemberi kerja dan 1 persen dari pekerja yang bersangkutan. Iuran rutin tersebut, dapat menanggung maksimal 5 jiwa dalam satu keluarga pekerja. Jadi, sifat pemberian jaminan kesehatan bagi perusahaan adalah wajib. Termasuk, tenaga kontrak atau honorer sekalipun. Surmiyati membeber, untuk Temanggung, dari jumlah keseluruhan penduduk yang mencapai 785.000 jiwa, hingga April 2017, angka partisipasi peserta BPJS Kesehatan sudah mencapai 60 persen. Persentase tersebut, ditargetkan terus bertambah menjadi 88 persen sampai akhir tahun mendatang dan 100 persen atau penuh pada tahun 2019. (jpg/isk)