Gas Melon Masih Langka

radarsemarang 30-05-17 08:50 travel

TEMANGGUNGHari ketiga Ramadan, kelangkaan gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram atau biasa disebut gas melon di wilayah perkotaan Temanggung, masih saja terjadi. Selain langka, harganya pun relatif tinggi. Sebelumnya, Pemkab Temanggung melalui Kepala Bagian Perekonomian Setda, Sunardi, meminta kuota tambahan 15 persen untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci kepada PT Pertamina. Pantauan koran ini, harga di tingkat pengecer rata-rata berkisar antara Rp 18.000 sampai Rp 22.000. Seorang pengecer gas melon di Lingkungan Walitelon, Kecamatan Temanggung, Ansori, mengatakan, kesulitan memperoleh pasokan gas elpiji telah berlangsung sejak tiga pekan terakhir. Atau sejak ramai ritual sadranan di berbagai wilayah pedesaan, sebelum masuk Ramadan. Kata Ansori, biasanya per satu-dua hari sekali, ia mendapatkan pasokan dari pangkalan sebanyak 8-10 tabung. Namun, saat ini seminggu sekali saja belum tentu diberi pasokan. Meski banyak yang sudah menjual sampai Rp 21.000 bahkan Rp 22.000 per tabung, tapi saya tetap menjual dengan kisaran Rp 19.000 per tabung. Tidak berani jual mahal-mahal, kasihan pelanggan. Sudah tidak kebagian, sekali kebagian malah mahal, ujarnya, kemarin. Pengecer lainnya, Supri, berlokasi di Kelurahan Temanggung II Kecamatan Temanggung, mengalami hal yang sama. Dalam beberapa hari terakhir, pasokan elpiji 3 kg mengalami pengurangan. Pada kondisi normal, ia mendapat 8-10 tabung per hari. Sejak gas melon mulai sulit didapat, dalam sehari saya hanya mendapat pasokan 4 tabung saja. Saja jual Rp 20.000 per tabung. Meski di tempat lain banyak yang menjual dengan harga Rp 22.000 per tabung. Cozta Mahardika, warga Mudal Temanggung mengaku kesulitan mencari gas Melon. Saya sudah muter ke warung-warung pada kosong semua. Sampai kita tidak bisa masak. Untuk kebutuhan makan buka dan sahur terpaksa kita beli di warung makan. Sekretaris Tim Pengawas Tata Niaga Elpiji 3 Kg dan BBM Jenis Tertentu untuk Kabupaten Temanggung Arief Mujiono mengaku tidak ada pengurangan kuota harian gas bersubsidi sama sekali. Jumlahnya masih tetap seperti bulan-bulan sebelumnya, 20.461 tabung per hari. Dari hasil pengecekan tim di lapangan, di tingkat pengecer atau warung-warung masih ada kok barangnya, jelasnya. (san/isk) JS: Buka Puasa, Nasi Beli di Warung