Brigadir Permadi Tunggu Nasib dari Sidang Kode Etik

krjogja 05-11-19 16:50 umum

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Kepolisian Resort Temanggung masih menunggu putusan hukum tetap (incraah) atas Brigadir Permadi DW, untuk menentukan sikap selanjutnya yakni menyelenggarakan sidang kode etik. Baca Juga: Terlibat Pembunuhan, Oknum Polisi dan WIL Divonis 20 Tahun Penjara "Kami tunggu dulu, apakah yang bersangkutan akan banding atau tidak. Jika telah menerima putusan maka akan segera digelar sidang kode etik," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali, Selasa (5/11/2019). Disampaikan perangkat persidangan telah ada di Kepolisian Resort Temanggung, pemeriksaan pada yang bersangkutan juga telah dilakukan, dengan demikian berkas-berkas telah ada. Maka itu, begitu Incraah, perangkat persidangan lalu diisi dan digelar persidangan. "Jadi tidak butuh waktu lama, persidangan bisa digelar, perangkat sudah ada tinggal mengisi lalu bersidang," katanya. Dikatakan institusi kepolisian bakal menindak tegas anggotanya yang terbukti melanggar hukum dan aturan, baik kode etik dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Jika memang terbukti lakukan pelanggaran berat maka akan dipecat secara tidak hormat. Seperti diberitakan Brigadir Permadi DW dan pacarnya, Nurtafia divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Temanggung yang diketuai Agung Ariwibowo SH, Senin (4/11/2019) karena terbukti dipersidangan telah berencana dan membunuh pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, pada 12 Maret 2019 yang kemudian berhasil diungkap Polisi 18 Maret 2019. Baca Juga: Mayat Misterius Ditemukan di Lereng Gunung Merbabu Keduanya melanggar pasal 340 jo 55 ayat 1 ke 2 KUHP subsider 338 jo 55 ayat 1 ke 2. Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Wisnu SH. Atas putusan itu Permadi menyatakan pikir-pikir. Bersama keduanya juga dihukum Wiji Indarto dengan hukuman 20 tahun penjara. Rizal Ariyadi 18 tahun penjara. Keempatnya adalah otak, eksekutor dan pembantu. Sedangkan Agus Setyo dihukum 7 tahun penjara, karena dirinya sebagai penyedia rumah untuk eksekusi pembunuhan. (Osy)

Berita Terkait