Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Pintu Tol Patimura Salatiga Siap Dibangun Tahun 2020

tribunnews 15-10-19 17:47 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Setelah lama jalan di tempat lantaran masalah pembebasan lahan, rencana pembangunan Exit Toll utara di Jalan Patimura Salatiga dipastikan dibangun pada tahun 2020 mendatang. Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit saat dikonfirmasi mengatakan meski di Salatiga sendiri sudah ada Exit Toll reguler di kawasan Tingkir. Ide pengajuan exit toll utara tersebut, bertujuan agar Kota Salatiga tetap hidup meski ada jalan tol trans Jawa. "Karena pintu keluarnya tol trans Jawa di exit toll Tingkir yang merupakan pintu luar Salatiga. Kami menilai kurang menguntungkan. Sedangkan adanya pintu tol utara ini menghubungkan dengan Jalan Patimura ke dalam Kota Salatiga. Harapannya akan lebih baik dampak ekonominya," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (15/10/2019). ASN Pemkot Semarang Harus Bijak Bermedsos, Jika Melanggar Bisa Diberhentikan Sosialisasi Bus Dilarang Melintas di Kawasan Wisata Karanganyar Dilakukan Hingga Akhir Tahun Ngamar dengan Istri Orang, Kanit Laka Sat Lantas Polres Temanggung Digrebek Sang Istri Ruang Terbuka Hijau Kota Tegal Sesuai KTT Bumi, Dedy Yon : Minimal 30 Persen dari Luas Kota Menurut Dance untuk mewujudkan rencana itu pihaknya bersama komisi terkait pekan kemarin telah berkunjung langsung ke kantor Kementrian PUPR di Jakarta untuk membahas dan berkoordinasi mengenai kelanjutan rencana pembangunan pintu tol itu. Dikatakannya, sebelumnya proses pembangunan pintul tol Patimura Salatiga mengalami kendala pembebasan lahan. Sehingga ketika berkonsultasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) beberapa hal teknis itu harus dipenuhi dulu. "Karenanya baru akan jalan kembali tahun ini. Sudah diajukan ke anggaran perubahan tahun 2019 sekira mencapai Rp 1 miliar untuk proses pembebasan lahan," katanya Ia menambahkan proses pembebasan lahan sendiri baru akan dilakukan pada semester satu tahun 2020 mendatang untuk pintul tol Patmura, sedangkan untuk semester dua dimulai pembangunannya. Pihaknya menerangkan untuk apresial sudah dilakukan di tahun anggaran perubahan 2019 ini dan sudah dibentuk tim. Untuk apresial dan pembebasan tanah dananya dari APBD sedangkan untuk pembangunan exit tol dana dari APBN. "Sesuai rencana pintu tol utara akan dibangun untuk masuk ke Kota Salatiga dari arah Semarang maupun keluar menuju Semarang. Ya tidak lain agar banyak yang mampir ke kota ini karena ada jalan tol trans Jawa," ujarnya Dance menjabarkan sedangkan untuk arah ke Solo tetap dari pintu regular Tingkir. Pintu masuk kendaraan dari arah Semarang melalui kampung Nogosaren, sedangkan pintu keluarnya dekat Rumah Makan Mina Kencana. Politisi PDIP itu berharap dengan adanya pintu tol utara tersebut diharapkan dapat menghidupkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Salatiga. "Pada kawasan itu ada tiga segitiga emas, yaitu ada rencana agro wisata, monumen sejarah seperti replika pesawat, kapal dan sebagainya. Kemudian ada wisata religi di kawasan Domas," ucapnya Wakil Ketua DPRD Salatiga Latif Nahari menyampaikan keberadaan pintu tol utara sangat mempunyai nilai strategis untuk Kota Salatiga dan sekitarnya. Selain menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian, Salatiga tidak hanya dilintasi saja tetapi memberi kemudahan akses cepat dan mudah masuk ke Salatiga sehingga kota bisa maju dan ekonomi masyarakat berkembang. (ris)