TP PKK di Jateng Diharap Ikut Terlibat Kawal Ideologi Pancasila dan Jaga Kutuhan NKRI

tribunnews 15-10-19 17:52 nasional

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di kabupaten/kota di Jawa Tengah diharapkan dapat ikut terlibat mengawal ideologi Pancasila dan menjaga keutuhan NKRI. Hal itu disampaikan pada acara Sosialisasi Penguatan dan Pemantapan Ideologi Pancasila di Hotel Syariah Solo Jalan Adi Sucipto Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Senin- Selasa (14-15/10/2019). Kegiatan yang diadakan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Jateng itu mengundang TP PKK dari 13 kabupaten/kota yang ada di wilayah eks-Karesidenan Surakarta dan Kedu. "Terbentuknya kader pancasila guna menjaga ideologi pancasila dan keutuhan NKRI. Serta, memasyarakatkan lima sila dalam Pancasila dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari- hari," kata Kepala Bakesbangpolinmas Jateng, Achmad Rofai, Selasa, (15/10/2019). Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Pintu Tol Patimura Salatiga Siap Dibangun Tahun 2020 ASN Pemkot Semarang Harus Bijak Bermedsos, Jika Melanggar Bisa Diberhentikan Ngamar dengan Istri Orang, Kanit Laka Sat Lantas Polres Temanggung Digrebek Sang Istri Sosialisasi Bus Dilarang Melintas di Kawasan Wisata Karanganyar Dilakukan Hingga Akhir Tahun Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menekankan masyarakat provinsi ini memiliki pemahaman bahwa Pancasila sebagai ideologi negara, pandangan hidup, dan falsafah bangsa Indonesia yang sudah final, tidak bisa diubah dengan ideologi lain. Harapannya, agar kader atau TP PKK di kabupaten/kota bisa membawa misi ini di lingkungan masing- masing dan organisasi atau komunitas lain. Kegiatan ini diadakan dua hari dengan melibatkan 80 TP PKK dari 13 kabupaten/kota ada dua eks-karesidenan, yang disebut angkatan pertama. Rencananya, acara serupa secara bertahap juga akan diadakan untuk TP PKK di kabupaten/kota lain. Angkatan kedua untuk diadakan pada 23-24 Oktober 2019 di Salatiga. Ini untuk TP PKK di wilayah eks-Karesidenan Semarang dan Pati. Lalu, pada 29-30 Oktober 2019 di Pekalongan merupakan angkatan ketiga untuk peserta dari eks-Karesidenan Banyumas dan Pekalongan. Acara ini menghadirkan pemateri dari Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof Masrukhi; Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta, KH Dian Nafi, dan dari TP PKK Jateng. Sementara, Kepala Bidang Ideologi dan Kewaspadaan, Atik Surniati, menambahkan, sosialisasi dan reedukasi ini sangat penting untuk menjaga Pancasila sebagai konsensus nasional dan payung kebangsaan. "Saat ini, sudah banyak elemen kelompok yang menggoyang Pancasila. Dengan acara ini diharapkan dapat membangkitkan lagi supaya menjaga Pancasila sebagai konsensus nasional," kata Atik. Kenapa melibatkan ibu- ibu TP PKK? menurutnya, peran mereka sangat penting di dalam memberikan penguatan dan pemantapan ideologi Pancasila, minimal dimulai dari keluarga sendiri, lalu nanti selanjutnya bisa ke lapisan masyarakat yang lebih luas. Selain itu, ia juga menekankan agar ibu-ibu PKK untuk lebih bijak dalam penggunaan media sosial. Pengaruh hatespeech (ujaran kebencian) dan berita hoax (bohong) harus dihindari. Karena saat ini, lanjutnya, kejahatan tidak hanya pikiran, tapi juga kejahatan jari. Dengan share (membagikan) tidak hanya bisa berurusan dengan hukum, tetapi juga mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Indonesia terdiri dari multikultural etnis dan pluralisme agama, jadi saat ini rasa tolerasi juga dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena toleransi merupakan ujung tombak dalam masyarakat supaya NKRI tetap utuh," imbuhnya.(mam)