Pelajar Temanggung Diajak Praktek Ekskavasi di Situs Liyangan

krjogja 08-10-19 19:31 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Puluhan pelajar dari sekolah menengah atas di Kabupaten Temanggung praktek ekskavasi Situs Liyangan di dusun Liyangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo dibawah bimbingan Balai Arkeologi Yogyakarta. Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto mengatakan praktek ekskavasi sebagai sarana untuk memperkenalkan dan mencintai benda bersejarah peninggalan leluhur. "Jiwa cinta itu harus dipupuk sedari dini. Pelajar diberi pelajaran tentang budaya leluhur dan praktek untuk ekskavasi menemukan benda peninggalan leluhur," kata Sugeng, Selasa (8/10/2019). Dia mengatakan pengenalan benda budaya dan praktek ekskavasi sebagai rangkaian dalam gelar Rumah Peradaban Situs Liyangan yang diselenggarakan pada 6-8 Oktober 2019. Praktek sendiri sudah dilaksanakan sejak Senin. Dikemukakan pelajar yang mengikuti kegiatan sekitar 40 dan 10 guru pendamping dari sejumlah SMA di Kabupaten Temanggung. Mereka diutamakan berasal dari sekolah di sekitar situs Liyangan. Agar mereka kedepan bisa turut menjaga situs dan benda budaya yang masih ada di dalam tanah. Praktek ekskavasi katanya, juga untuk mengenalkan bagaimana arkeolog itu bekerja sehingga menemukan data arkeologi terbuka seperti di Situs Liyangan yang merupakan peninggalan zaman Mataram Kuno ini. Dia mengatakan berdasar keterangan para siswa, selama ini mereka hanya tahu bahwa situs itu sudah terbuka seperti ini, pada hal untuk memperoleh data tersebut melalui proses ekskavasi. "Paling tidak mereka bisa merasakan sensasi yang tertanam pada anak-anak sekolah, kemudian merasakan bagaimana ketika kita menggali sisa-sisa peradaban leluhur tersebut," katanya. Dia mengemukakan sebelum diajak praktik ekskavasi di lapangan ada pengarahan dari dosen arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memberikan penjelasan pada anak-anak, bagaimana ekskavasi itu dan prinsip-prinsipnya. "Pada selasa sore setelah mereka menyelesaikan ekskavasi, kita dorong untuk membuat presentasinya, mirip arkeolog bekerja begitu," katanya. Pelajar SMAN candiroto Temanggung yang ikut dalam pengenalan ekskavasi Naswa Yasmin Azahra menyampaikan kegembiraannya bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Balar Yogyakarta tersebut. "Kami merasa senang diajari metode-metode ekskavasi. Melalui kegiatan ini kami dapat ilmu baru dan tergugah untuk melestarikan, peduli pada situs seperti ini," katanya. Menurut dia kegiatan tersebut penting dilakukan agar masyarakat tahu masa lalu nenek moyang seperti apa dan bisa untuk pelajaran ke masa depan. (Osy)