Polisi Masih Dalami Motif Bunuh Diri Bocah SD di Temanggung

magelangekspres 08-10-19 05:01 nasional

TEMANGGUNG Kematian HN (12), siswa salah satu SD di wilayah Temanggung, yang ditemukan tewas tergantung tergantung di gudang belakang rumahnya Senin (7/10) hingga kini masih menjadi buah bibir di masyarakat. Bocah yang dikenal periang itu meninggalkan surat wasiat sebelum mengakhiri hidup dengan gantung diri. Surat wasiat tersebut berbunyi, Yowes nek pancen mbokde ora kenal karo aku tak ngendat alias mati neng mburi omah, seko Pinjol. (Ya sudah, kalau bude tidak mengenal saya, saya mau bunuh diri dengan cara menggantung di belakang rumah, dari Pinjol, red). Pihak Polres Temanggung pun masih menyelidiki kasus tersebut, meski dugaan kuat pelaku sengaja bunuh diri. Hanya saja, motif di balik pelaku melakukan bunuh diri yang hingga kini masih ditelusuri. Kami sudah memeriksa lima saksi dari keluarga terkait aksi nekad yang dilakukan korban, masih membutuhkan keterangan dari saksi lain, misalnya teman-teman korban atau yang lainnya, ungkap Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin. Baca juga Di Temanggung, Bocah 12 Tahun Gantung Diri di Belakang Rumahnya Korban pertama kali diketahui oleh orang tuanya di gudang belakang rumah dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Berdasarkan hasil pengecekan sementara yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas dan Dokes Polres Temanggung, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban. Setelah diotopsi di RSUD Temanggung, hari itu juga jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Dari informasi yang digali koran ini di sekitar lokasi kejadian, korban yang masih berstatus sebagai siswa kelas 5 SD itu, selama ini tinggal bersama ayah, paman dan ibu tirinya. Sementara sebelum kejadian itu berlangsung, korban itu sendiri sempat dimarahi oleh orangtuanya karena sempat tidak pulang ke rumah saat malam Minggu kemarin. (set)