Tiga Proyek Strategis Diharap Jadi Pemicu Ekonomi

smcetak 07-10-19 00:02 nasional

SEMARANG - Keberadaan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) jangan sampai menjadikan pembangunan Jawa Tengah timpang. Proyek tersebut seharusnya menjadi pemicu pembangunan yang merata. Saat ini di Jateng ada tiga proyek strategis nasional, yaitu pembangunan Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Brebes, dan kawasan Borobudur. Sekretaris Daerah Jateng Sri Puryono mengatakan, percepatan pembangunan wilayah di provinsi ini didasarkan pada full factor strategy, yakni pembangunan di pusat-pusat pertumbuhan dirancang akan menarik wilayah sekitarnya. Untuk pengembangan Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Borobudur, selain akan menarik kawasan Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung (Purwomanggung), juga akan menarik Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Sementara itu, pengembangan Kawasan Industri (KI) Brebes akan menarik kawasan Brebes, Tegal, Slawi, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai PSN akan menarik wilayah pengembangan sekitar di Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Kota Semarang dan Purwodadi), Wanarakuti (Juwana, Jepara, Kudus dan Pati),ii kata Puryono. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, Pemprov fokus melaksanakan pembangunan kawasan secara bersama-sama. Egosektoral yang kental harus dihilangkan. Saya berharap egosektoral kita hilangkan. Jangan sampai ada keluhan, kawasan timur kurang, yang dibangun kawasan barat saja. Kawasan utara, selatan kok belum. Yang seperti ini harus kita tanggalkan, ujarnya. Kebijakan itu didukung Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo. Pihaknya mendorong agar Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota bersinergi untuk mewujudkan proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak positif di daerahdaerah sekitarnya. Ini konsep yang menurut kami bisa jalan, asal bersama-sama. Jateng punya potensi unggulan dan kami sudah memetakan setiap kawasan punya unggulan masing-masing. Jadi ada imbal balik antarkawasan. Ini yang akan kita kembangkan dengan menyiapkan konektivitas, dan mendorong pusat-pusat ekonomi yang harus dikembangkan dengan memberikan fasilitas infrastruktur yang memadai, paparnya. (H81-19)