Racik tembakau gorila, indekos di Solo digeledah polisi

antarajateng 11-09-19 15:32 lain-lain

Solo (ANTARA) - Satuan Narkoba Polres Kota Surakarta menggeledah sebuah indekos Kost Kosi yang diduga dijadikan markas untuk meracik narkotika jenis baru tembakau gorila di Jalan Reksoniten No.1 Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Rabu. Polisi dalam penggeledahan di rumah indekos kamar nomor 1 dan 8 yang ditempati diduga pelaku berinisial AL (27) warga Cilegon Banten itu, dipimpin langsung oleh Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai. Polisi dalam penggeledahan di indekos kamar no.1 dan 8 menemukan sejumlah barang bukti berupa tembakau gorila yang sedang proses produksi sekitar 5 hingga 6 kilogram, beberapa paket sabu-sabu, dan daun ganja seberat 10 gram. Baca juga: Waspadai peredaran tembakau gorila di Kudus Polisi setelah melakukan penggeledahan di dua kamar indekos tersebut langsung menyita dan membawa barang bukti bersama AL ke Polresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai, polisi sebelumnya melakukan penangkapan seseorang berinisial AL warga Cilegon Banten di indekos Jalan Reksoniten No,1 Gajahan Solo, pada pukul 09.30 WIB. "Kami mengetahui dan menangkap AL karena ada informasi dari masyarakat. Kami kemudian melakukan penggeledahan di kamar indekos ini, pada siang hari ini," kata Andy Rifai. AL diduga pelaku yang meracik tembakau gorila untuk diedarkan, hal itu, ada barang bukti yang ditemukan di kamarnya. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa paket sabu-sabu dan daun ganja. Baca juga: Pemakai dan pengedar tembakau gorila ditangkap polisi Temanggung "AL diduga pelaku peracik tembakau Gorila yang ditemukan barang bukti seberat sekitar 5 kg, kemudian sabu-sabu dan dua paket ganja 10 gram," katanya. Pengelola Indekos Kost Kosi Jalan Reksoniten No.1 Solo, Apri mengatakan AL menempati kamar nomor 1 dan 8 sudah tiga bulan ini. Dia mengaku seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta. Menurut dia, AL selama menempati indekos Kost Kosi sering menerima paket yang dibungkus dengan dos, tetapi apa isinya tidak tahu. Paket yang diterima kadang-kadang sehari bisa sampai tiga hingga empat kali. Polisi setelah menemukan barang bukti langsung menyita, dan bersama AL dibawa ke Polresta Surakarta untuk pengembangan agar dapat mengungkap apakah ada pelaku lainnya. Baca juga: Gunakan Tembakau Gorila, Kakak Beradik Ditangkap Polisi Baca juga: Pelajar di Cilacap Tertangkap Tangan Edarkan Tembakau Gorila Baca juga: Dua Pengedar Tembakau Gorila di Magelang Diringkus Polisi