Tunjangan Guru Belum Dibayarkan

radarsemarang 24-05-17 10:10 teknologi

TEMANGGUNG Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kabupaten Temanggung meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera membayar tunggakan Tunjangan Profesional Guru (TPG) tahun 2015 dan 2016 lalu. Para guru swasta membutuhkan dana untuk menghadapi Lebaran tahun ini. Kami berharap, Kemenag bisa segera membayar semua tunggakan TPG. Kalau bisa sebelum Lebaran, tunggakan sudah dibayarkan, kata Wakil Ketua PGSI Temanggung Siyamin, kemarin. Siyamin menyebutkan, tunggakan yang belum dibayarkan pada 2015 sebanyak 6 bulan, sedangkan tunggakan 2016 rata-rata antara 3 hingga 4 bulan. Sampai detik ini, tunggakan-tunggakan TPG belum kami terima, ungkapnya. Masih menurut Siyamin, tidak hanya TPG 2015 dan 2016 yang belum terbayarkan. Pada 2017 ini, ribuan guru swasta yang berada di bawah kewenangan Kemenag Kabupaten Temanggung juga belum menerima TPG, padahal saat ini sudah memasuki bulan kelima. Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, TPG setiap tahun pasti mengalami masalah, ujarnya. Dijelaskan lebih lanjut oleh Siyamin, sesuai dengan surat keputusan (SK) yang diterima masing-masing guru, mereka akan mendapatkan tambahan penghasilan dari TPG sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Selama ini, ribuan guru swasta yang mengabdi di bawah Kemenag hanya mengandalkan honor dari yayasan dan sekolah masing-masing. Mereka (guru swasta Kemenag, red) hanya mendapatkan honor berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per bulan, ucapnya. Melihat problematika yang dihadapi guru swasta di bawah Kemenag itu, PGSI telah berupaya maksimal untuk memperjuangkan nasib ribuan guru untuk mendapatkan TPG. Langkah yang ditempuh di antaranya dengan melakukan audensi dengan anggota DPRD Temanggung hingga mengunjungi Kementerian Agama Pusat. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi sampai sekarang dari Kemenag sendiri belum memberikan respon yang positif, jelasnya. (san/ton)