Merah-Putih Raksasa Dikibarkan di Jembatan Kali Progo

magelangekspres 19-08-19 02:02 nasional

TEMANGGUNG Tidak hanya menggelar upacara secara resmi di Alun-alun Temanggung, pada peringatan Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, 17 Agustus 2019, bendera berukuran raksasa juga dikibarkan di bekas jembatan kereta api Kali Progo. Pengibaran bendera raksasa di bekas jembatan Sungai Progo ini bukan tanpa maksud, namun untuk mengenang jasa para pahlawan khususnya dari Temanggung yang dibantai di sungai ini pada masa penjajahan, ungkap Bupati Temanggung M AL Khadziq usai memimpin pengibaran bendera raksasa, Sabtu (17/8). Selain itu lanjut Bupati, pengibaran bendera raksasa ini sebagai bentuk rasa kecintaan masyarakat Temanggung terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan untuk meneguhkan jiwa nasionalisme masyarakat Kabupaten Temanggung. Jiwa nasionalisme harus terus dipupuk, keutuhan kesatuan dan persatuan bangsa ini tetap terjaga, tukasnya. Ia mengaku sangat berterimakasih pada masyarakat khususnya pada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Temanggung maupun Jawa Tengah atas dukungannya membuat acara itu. Bukan hanya acaranya saja, tapi tujuan dan maksud dari pengibaran bendera ini sangat bagus, katanya. Sementara itu Pembina FPTI Temanggung Ripto Susilo mengatakan, kegiatan itu sudah direncanakan tahun lalu, tetapi karena saat itu komunikasi panitianya mendesak, maka baru bisa dilakukan tahun ini. Pengibaran bendera merah putih berukuran 3045 meter ini merupakan kecintaan masyarakat, terutama kawan-kawan dari FPTI Temanggung maupun Jateng terhadap Indonesia, katanya. Ia menuturkan bendera berukuran besar tersebut dibentangkan di Jembatan Kali Progo, karena tersebut memiliki sejarah sehingga menginspirasi bahwa bendera itu harus dibentangkan di tempat itu. Bendera raksasa tersebut akan dibentangkan di bawah Jembatan KA Progo hingga 31 Agustus 2019 mendatang. Ketua FPTI Temanggung Suhendar mengungkapkan, dalam latihan tidak ada masalah, justru dalam pelaksanaan hari ini ada sedikit kendala karena angin terlalu kencang. Bendera raksasa tersebut dibuat di Semarang dengan menelan biaya sekitar Rp23 juta. Petugas yang melakukan pengibaran bendera raksasa ini berasal dari sejumlah elemen selain dari FPTI Temanggung dan Jawa Tengah, juga dari Anggota TNI dan Polri yang ikut dalam pengibaran. Ada 70 orang yang terlibat, mereka dibagi menjadi tiga kelompok 17 orang, 8 orang dan 45 orang. Mereka mempunyai peran masing-masing, tambahnya. (set)