63 Warga Binaan Rutan Kelas II B Temanggung Dapat Remisi

tribunnews 18-08-19 18:56 nasional

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Sebanyak 63 orang dari total 137 warga binaan di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II B Temanggung mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), Sabtu (17/8). Satu di antara 37 narapidana langsung menghirup udara bebas, saat remisi diserahkan. Pernyerahan remisi, secara simbolik, dilakukan oleh Bupati Temanggung, M Al Khadziq, kepada perwakilan narapidana, di Alun-alun Temanggung. "Remisi merupakan hak warga binaan, tentu atas usulan dan bagi mereka yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan," kata Khadziq. Kepala Rutan Temanggung, Bambang Wijonarko, mengatakan saat ini di dalam rumah tahanan total terdapat 137 warga binaan. Di mana, sambung dia, 103 orang berstatus sebagai narapidana dan 34 lainnya merupakan tahanan. "Dari jumlah tersebut enam di antaranya adalah warga binaan berjenis kelamin perempuan," kata Bambang, usai upacara penyerahan remisi. Disebutkan, dari pada HUT ke-74 RI 63 warga binaan mendapatkan remisi dari negara melalui Kementrian Hukum dan HAM. Di mana satu warga binaan yang mendapat potongan masa tahanan langsung menghirup udara bebas, begitu remisi diserahkan. "Dia mendapat remisi satu bulan, dan kemudian bisa langsung menghirup udara bebas," ucap Bambang. Sementara, warga binaan lainnya mendapat remisi bervariasi. Ia merinci, 21 warga binaan mendapatkan remisi selama satu bulan, 13 orang mendapatkan remisi dua bulan, 21 orang remisi tiga bulan, empat orang remisi emat bulan. "Lalu, dua orang dapat remisi lima bulan, warga binaan perempuan ada juga yang mendapatkan remisi," urainya. Ia menuturkan lebih lanjut, warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi, antara lain adalah mereka yang berkelakuan baik dan telah menjalani sepertiga masa hukuman. Menurutnya, mreka yang telah menjalani masa tahanan enam bulan hingga satu tahun mendapat remisi satu bulan. "Mereka yang telah menjalani masa hukuman satu tahun ke atas mendapat remisi dua bulan, dua tahun ke atas remisi tiga bulan, dan menjalani tahanan tiga tahun ke atas remisi empat bulan atau lebih, tergantung dari perilaku mereka selama menjadi warga binaan di rutan," tuturnya. Menurutnya, remisi yang diterima oleh warga binaan ini, tidak hanya diberikan saat perayaan Hari Kemerdekaan saja, melainkan pula saat perayaan Idul Fitri dan atau peringatan hari besar keagamaan lain, ada warga binaan yang juga mendapatkan remisi. Ia menegaskan, yang berhak memberikan remisi yakni pemerintah pusat. Pihaknya hanya mengirimkan data dan laporan dari warga binaan yang sedang menjalani masa tahanan dan menjalani hukuman di Rutan. "Jadi, keputusan ada di tangan pemerintah pusat," tandasnya. (yan)