Pemkab Buka Lebar Kran Investasi

magelangekspres 16-08-19 02:00 nasional

TEMANGGUNG Pemerintah Kabupaten Temanggung membuka kran investasi selebar-lebarnya. Upaya ini dilakukan untuk meninkatkan dan menarik investor dari berbagai kalangan dan luar daerah. Siapapun yang mau berinvestasi di Temanggung akan kami per mudah, tidak hanya izin saja kami akan fasilitasi, Kata Bupati Temanggung M Al Khadziq saat deklarasi Pro Temanggung di Pendapa Pengayoman, Kamis (15/8). Bahkan katanya, pihaknya sudah menawarkan kepada sejumlah perusahaan besar untuk menanamkan modalnya di Temanggung. Namun ajakan tersebut belum ditanggapi positif oleh mereka. PT GG mau buat hotel semegah-megahnya di Temanggung kami persilahkan, investor mau bangun pusat perbelanjaan atau membangun mall yang megah dan mewah kami persilahkan. Tapi sampai saat ini memang belum ada yang tertarik untuk berinvestasi di Temanggung, katanya. Namun demikian lanjutnya, meskipun investor belum tertarik menanamkan modal di Temanggung, pemerimtah tetap berupaya lebih kuat agar iklim investasi di Temanggung semakin membaik. Melalui pengembangan potensi yang ada di Temanggung investasi akan semakin kuat. Salah satu contohnya kata Bupati, dengan semakin menguatkan potensi kopi. Selama ini kopi Temanggung sudah dikenal hingga mancanegara, namun karena masih dalam skala yang kecil sehingga belum begitu berpengaruh terhadap perekonomian Temanggung. Ini untuk memperkuat ekonomi dan identitas Temanggung, maka kopi harus hebat, tembakau harus kembali hebat, batik Temanggung, pariwisata, semuanya harus maju bersama-sama. Pemerintah Temanggung siap membuka diri memfasilitasi kita untuk maju bersama-sama. Beberapa langkah harus kita lakukan, katanya. Bahkan Bupati mengajak kepada semua lapisan masyarakat Temanggung untuk menjadi sales/pemasaran produk lokal Temanggung. Agar produk-produk asli Temanggung bisa semakin dikenal dan diminati. Saya siap jadi sales produk temanggung, selama ini juga sudah saya lakukan. Setiap saya pergi keluar kota selalu saya kenalkan produk-produk Temanggung, jelasnya. Menurut Bupati, mengapa semua itu harus dilakukan secara bersama-sama, sebab dengan beriringan semua bisa saling mendorong dan melengkapi. Sinergi pelaku usaha dan dunia pariwisata didukung oleh pemerintah diyakini akan menjadi sebuah kekuatan besar guna memajukan Temanggung. Jika hanya satu sektor saja yang maju maka akan menjadi timpang dan bahkan bisa saja suatu saat akan ambruk sebagai contoh tembakau di mana pada era tahun 1970-an mencapai puncak kejayaan tapi dalam beberapa tahun terakhir sempat terpuruk. Dulu tembakau Temanggung itu hebat, sampai-sampai tetangga saya orang Tlilir, orang Lamuk dulu belum ada listrik sudah punya lemari es, udara dingin tapi mereka beli kipas angin karena mereka punya duit, duitnya turah saking banyaknya. Tapi sekarang kalau tembakaunya tidak laku orang Tlilir orang Lamuk mereka pergi ke Kalimantan jadi buruh di kebun kelapa sawit, ini cerita saya dunia sudah terbalik. Maka sekarang kita coba memperkuat ekonomi di Kabupaten Temanggung, katanya. Pada bidang kopi dia juga meminta kepada masyarakat perkopian untuk membuat kopi yang harganya di bawah kopi industri agar orang Temanggung bisa menguasai pasar. Kalau bisa dibuat kopi per gelas nilainya jangan sampai melebihi Rp500- Rp600. Karena kopi industri yang beredar di pasaran itu harganya per gelas kira-kira Rp700. Paling tidak nantinya setiap kecamatan harus ada gerai yang siap menjual kopi murah. Suatu saat kita juga akan menyerukan kepada masyarakat agar membeli batik Temanggung, sekarang saja semua komunitas punya seragam sendiri-sendiri, RT punya batik, jamaah yasinan punya batik, kelompok tani, bahkan keluarga juga seragam batik, perangkat desa, Pemkan juga punya batik. Tapi kenapa harus pesan di Solo, Pekalongan, Jogja, kenapa bukan orang Temanggung yang membuat batik sendiri, katanya. Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Bagus Pinuntun menuturkan, bahwa dinasnya memang dibebani tanggungjawab pokok masalah investasi dengan nilai Rp300 miliar per tahun. Maka dia berpikir dari mana investsi itu bisa ditarik, yakni dengan dua cara dari atas dan bawah. Yang dari atas industri sekunder, tersier, maka ada fasilitasi pemanfaatan ruangnya kemudahan perizinannya. Itu nilainya sampai semeseter pertama dari target Rp300 miliar sudah tercapai Rp211 miliar. Nah jangka panjang dari pemanfaatan ruang ini kan pasti habis maka harus diambil investasinya tidak harus dari pengusaha kakap dari pengusaha bawah juga bisa karena jumlahnya juga banyak. Maka hari ini kita memulai mikro kecil-kecil ini bisa tumbuh menjadi menengah kemudian mejadi besar dengan memanfaatkan potensi lokal sehingga sekaligus mengurai persoalan sosial masyarakat, katanya. Ia menambahkan, dengan mengembangkan potensi lokal Temanggung kedepan iklim investasi akan semakin mengeliat. Produk lokal juga bisa meningkatkan investasi. Oleh karena itu harus venarcbenar serius dalam mengelola usaha. Kami akan dampingi dan permudah semua perizinan, tandasnya. (set)