Warga Semarang Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi: Jenazah Angga Gareng Dimakamkam Siang Ini

tribunnews 15-08-19 13:14 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -- Suasana duka menyelimuti kediaman Angga Ardyanta (31) warga Dusun Wonogaten RT 05/RW 02 Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (15/8/2019) siang. Angga Ardyanta (31) atau biasa disapa Angga Gareng Salatiga merupakan seorang seniman tokoh gareng dalam pentas pewayangan. Ia menjadi korban kecelakaan antara mobil Daihatsu Terios warna putih dengan truk tronton bermuatan batu bara di Tol Ngawi-Sragen, KM 569.800/B, Rabu (14/8/2019) malam. Sekretaris Desa Glawan Nur Kholis sekaligus juga teman dekat almarhum sejak masih sekolah mengatakan pribadi Angga Gareng dikenal sebagai seorang yang humoris dan sangat setia kawan. Beliau itu teman saya sejak sekolah dulu, orangnya humoris dan setia kawan, terangnya kepada Tribunjateng.com, di Rumah Duka Kamis (15/8/2019) Menurut Nur Kholis, sebelum meninggal karena mengalami kecelakaan almarhum menghadiri undangan untuk pentas selama dua hari di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Ia berangkat bersama adik korban bernama Andine Angga (21), tetapi ketika hendak perjalanan pulang ke Kabupaten Semarang mengalami tabrakan, diduga karena sang sopir mengantuk. Nur Kholis bercerita undangan sebagai seniman tokoh gareng kadangkala untuk diri sendiri terkadang bersama kelompok kesenian ringgit. Diketahui saudara Angga Ardyanta (31) mengalami luka pada kepala akibat benturan saat terjadi tabrakan. Saya sempat menjenguk korban saat menjalani perawatan di ICU RS At Tin Ngawi Jawa Timur bersama teman-teman kemarin sore. Lalu malamnya saya pulang ke Kabupaten Semarang sekira pukul 02.00 WIB mendapat kabar meninggal dunia, katanya Dirinya menambahkan, almarhum telah berprofesi menjadi seniman tokoh gareng selama 10 tahun. Alhmarhum kini meninggalkan dua orang anak dan seorang istri, sesuai kesepakatan keluarga jenazah korban akan dimakamkan pada pemakaman Dusun Krajan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tidak jauh dari rumah duka. Seorang teman seniman Memey (30) menyampaikan rasa duka serta kehilangan sosok seniman pewayangan atau campursari tersebut. Jenazah korban sendiri tiba dirumah duka sekira pukul 07.30 WIB dari Ngawi Jawa Timur. Sebelumnya dari informasi keluarga korban sempat menjalani perawatan di RS At Tin pada ruang ICU selama 12 jam. Luka pada pada dahi dan lengan tangan kanan diduga kuat menjadi penyebab kematian beliau, ujarnya Diberitakan sebelumnya berdasarkan keterangan Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo kecelakaan mobil Daihatsu Terios dengan truk tronton bermuatan batu bara bermula saat mobil Daihatsu Terios yang dikemudikan Andine Angga (21) warga Dusun Wonogaten RT 05/RW 02 Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang adik korban melaju menggunakan lajur kanan atau dari arah Tulungangung menuju Temanggung. Saat tiba di KM 569.800/B, mendadak laju mobil oleng ke kiri, lantas menghantam truk tronton bermuatan batu bara yang dikemudikan Yogo Pangesti Eko Putro (23) warga Surakarta. Truk tronton saat itu melaju searah namun di lajur kiri dengan kecepatan minimum 60 Km/Jam. Akibat kerasnya hantaman, kondisi mobil ringsek parah hingga tersangkut di belakang truk, dan sempat terseret laju truk sejauh 50 meter, jelasnya. AKBP Bambang menyimpulkan, olengnya mobil hingga berhujung tabrakan, karena kondisi fisik pengemudi lelah dan mengantuk. Sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan tidak menyadari saat laju kendaraan berubah arah. (ris)