31 desa di Banyumas krisis air bersih

antarajateng 13-08-19 15:59 lain-lain

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menginformasikan bahwa 31 desa di wilayah setempat terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih. "Kekeringan terus meluas dan jumlah desa terdampak kekeringan terus bertambah, menurut laporan terakhir ada 31 desa yang mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto di Purwokerto, Selasa. Dia menyebutkan 31 desa tersebut, antara lain Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja, Desa Nusadadi, Desa Karanggendang dan Desa Selandaka, Desa Bogangin, Desa Kuntili dan Desa Kradenan, Kecamatan Sumpiuh. Selain itu, Desa Kediri, Tamansari, dan Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Desa Banjarparakan dan Tipar Kecamatan Rawalo, Desa Srowot dan Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Desa Karangtalun Kidul, Desa Kalitapen, dan Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati. Baca juga: 18 desa di Banjarnegara terdampak kekeringan Selain itu, Desa Jatisaba, Desa Panusupan, Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, dan Desa Buniayu, Desa Klangkapan, Kecamatan Tambak, Desa Sawangan dan Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Desa Gancang, Desa Kedungurang, dan Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Desa Besuki, Kecamatan Lumbir, dan Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen. Hingga saat ini, pihaknya sudah menyalurkan air bersih 424 tanki atau setara dengan 2.130.000 liter air ke wilayah terdampak kekeringan di daerah itu. Dia menegaskan pengiriman air bersih akan terus dilakukan secara berkala guna membantu masyarakat yang membutuhkan. "Hingga saat ini pengiriman berjalan dengan lancar kami terus berupaya memberikan respons cepat apabila ada laporan kekeringan yang masuk," katanya. Berdasarkan data BPBD Banyumas pada 2018 ada sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan di Banyumas, antara lain Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas. Baca juga: Untuk beli air, peternak Gunung Kidul mulai jual hewan ternak Baca juga: Atasi kekeringan, Temanggung bangun 7 sumur bor tahun ini Baca juga: 500 hektare tanaman padi di Banyumas puso akibat kekeringan