Warga Losari Magelang Gelar Tradisi Wiwitan Jali

detik 22-07-19 23:12 umum

Magelang - Warga Desa Losari Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang menggelar tradisi Wiwitan Jali. Tradisi wiwitan bagi petani merupakankegiatan yang dilakukan sebelum masa panen tiba.Pada umumnya menjelang panen padi. Wiwitan jali merupakan jenis tumbuhan biji-bijian dari tropika dari suku padi-padian yang ditanam masyarakat sekitar. Sebelum melakukan panen tersebut, petani melakukan doa bersama dalam tradisi tersebut.Tumbuhan jali enak dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti padi. Acara wiwitan dilakukan di lahan persawahan yang dekat dengan tanaman jali. Warga yang ikut tak hanya dari wilayah Losari maupun Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Namun juga dari Temanggung, karena lokasi berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Semarang.Prosesi diawali dengan memetik jali, kemudian para pemetik jali berjalan di persawahan dengan diikuti tetabuhan mainan tradisional. Jali yang dipetik tersebut terus diterima para tokoh masyarakat dan dicucikan dengan air kelala muda (degan). Selanjutnya dilakukan doa bersama yang dilakukan dari tokoh agama Islam, Buddha, Kristen dan Katolik. Kemudian diakhir acara dilangsungkan makan bareng jenang jali.Foto: Eko Susanto/detikcomUntuk wiwitan jali dilahan milik R Suwigyo yang ditanami seluas 2.000 meter. Rencananya setelah wiwitan, besok jali tersebut akan dipanen. Ia pun mengakui, proses menanam jali sangat mudah sekali."Saya mendengar informasi kalau jali sebagai pengganti pangan, kemudian ada lahan kosong dan tertarik untuk menanam jali. Lahan ini seluas sekitar 2.000 meter yang menghabiskan bibit 1,5 kg. Saya tertarik menanam jali karena perawatannya yang sangat mudah," tuturnya di sela-sela prosesi wiwitan, Senin (22/7/2019).Menurutnya, dari mulai ditanam jali baru bisa dipanen dalam jangka waktu sekitar 6 hingga 7 bulan kemudian. Sedangkan proses pengolahan sama seperti padi dengan menggunakan selepan."Ini pengganti beras yang lebih baik, maka saya mencoba dan kalau bisa teman-teman saya ajak untuk nanam. Sekarang kebutuhan sangat banyak," kata dia.Baca juga: Warga Bantul Gelar Wiwitan, Tanda Syukur Saat Panen RayaSementara itu, Kepala Desa Losari Junadi mengatakan, jali disini yang pertama menanam di Rejosari, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Setelah itu, ada dari komunitas petani jali yang ada dari Losari."Pertama kali jali ini yang menaman di daerah Rejosari, ikut Kecamatan Jambu. Setelah itu, ada dari komunitas petani jali ada juga yang dari Losari dan kemudian banak yang mengembangkan," katanya.Acara penutup dilakukan makan bareng jelang jali yang disajikan dalam pincuk (tempat jenang yang terbuat dari daun pisang). Mereka semua baik dari anak-anak, warga maupun hingga tamu undangan yang hadir menikmati jenang jali."Proses membuat jenang ini, setelah ditumbuk terus direndam selama satu malam. Terus paginya dimasak dibuat jenang. Ini tadi buat 9 kg semuanya," kata Tritavina (54), pembuat jenang jali. Baca juga: Tumpah Ruah Makanan Tradisional dalam Pesta Gecok Kambing di Ungaran