Remaja Diminta Berpikir Kreatif dan Inovatif

Website Pemkab Temanggung 08-07-19 00:00 edukasi

TEMANGGUNG, Para peserta Perkemahan Ilmiah Remaja diharapkan berpikir dan bertindak secara out of the box yakni berpikir kreatif, bertindak inovatif, tidak mudah putus asa serta selalu ceria, cerdas dan asyik. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo saat membuka ajang Perkemahan Ilmiah Remaga Regional Jawa Tengah (PIRR) Senin (8/7) di Graha Bhumi Phala Setda Kab Temanggung. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong disaksikan pejabat Forkompimda , pejabat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pejabat terkait. Dikemukakan Perkemahan Ilmiah Remaja Regional Jawa Tengah bertujuan untuk mengajak para remaja memenuhi rasa keingintahuannya tentang riset. Dengan mengikuti PIRR, para peserta akan belajar bagaimana merancang sebuah penelitian, mendalami metodologi penelitian dan menyusun karya tulis ilmiah yang benar hingga menjadi sebuah laporan penelitian yang menarik. Instruktur-instruktur dari LIPI akan memberikan pembinaan dan pemahaman mendasar mengenai metodologi penelitian ilmiah serta etika penelitian di bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pngetahuan Sosial . Selain itu akan dilakukan pelatihan penelitian di lapangan dan pembimbingan untuk menulis karya tulis ilmiah, juga kegiatan workshop guru bagi guru pembimbing. “Kami berharap setiap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, yakni menyerap ilmu dari para pakar LIPI serta memanfaatkan kesempatan untuk mengenal Kabupaten Temanggung serta wadah saling kenal dengan peserta lain dari 23 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah “ Pintanya. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Suyono dalam laporannya mengatakan , peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Regional Jawa Tengah sebanyak 200 orang yang berasal dari 23 Kabupaten/ Kota yang terdiri dari 14 SMP dan 43 SMA/SMK. Perkemahan Ilmiah Remaja Regional Jawa Tengah dilaksanakan mulai tanggal 8 s.d 12 Juli 2019 dengan lokasi penelitian embung Kledung, mata air Jumprit Ngadirejo, kebun kopi robusta di Mergowati Kedu dan sentra batik Tinularsih di Manding Temanggung . Selain itu MPIG tembakau srintil di Legoksari Tlogomulyo dan lokasi field trip di wisata alam posong Tlahap Kledung dengan agenda utama outbond. Sedang nara sumber terdiri dari para instruktur dan peneliti LIPI, Tumar dan Joko Sungkono ahli sejarah mata air Jumprit, Nursaud pemilik kopi merk waloeh dan Lukman Sutopo ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tembakau Srintil Temanggung. Nara sumber lain Esther pemilik batik merk tinularsih dan sekdes Kledung selaku ahli sejarah embung Kledung (Humas Pemkab Temanggung)