Longsor, Tutup Akses Jalan Provinsi

magelangekspres 05-04-19 14:59 nasional

TEMANGGUNG Tidak hanya banjir, hujan yang terjadi pada Rabu-Kamis (3-4/4) lalu juga menyebabkan tanah longsor. Bencana ini mengakibatkan akses jalan raya antar Provinsi Jawa Tengah dan Jogjakarta, tepatnya di Desa Ngipik Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung kembali tersendat. Akses jalan menuju Semarang dari arah Jogjakarta dan Temanggung ini sempat tersendat kurang lebih selama 4 jam. Kemudian warga bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres, Kodim dan sejumlah relawan dari lembaga sosial masyarakat membersihkan material longsoran berupa rumpun bambu, hingga akses jalan tersebut kembali lancar sekira pukul 08.00 WIB. Begitu kami mendapatkan laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk pengecekan, ujar Plt Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalakhar BPBD) Temanggung, Gito Walngadi Kamis (2/4). Ia mengatakan, longsor yang menyebabkan akses jalan tersebut tertutup terjadi lantaran tanah yang berada disekitar rumpun bambu sudah tidak lagi mampu menahan derasnya air hujan yang turun hampir semalam suntuk itu. Tanahnya menjadi labil, sehingga tanah bersama rumpun bambu langsung longsor dan menutup bahu jalan tersebut, terangnya. Beruntung katanya, saat terjadi longsor tidak ada kendaraan yang melintas di jalan tersebut, sehingga aman dari korban jiwa. Longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, kondisi jalan saat itu juga sepi. Kalau terjadi pada malam atau siang hari bisa jadi ada korban jiwa, ujarnya. Disampaikan, kendati sempat menutup sebagian badan jalan, hal itu tak membuat kemacetan panjang. Terlebih, begitu mendapat laporan dari masyarakat petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pembersihan material longsor. Tim gabungan langsung ke lokasi untuk pembersihan. Alhamdulillah tak ada kemacetan berarti, tuturnya. Senada disampaikan Kepala Satuan Tugas Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD TP) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Adhi Wirawan. Diakui, rumpun bambu sempat menutup sebagian badan jalan. Tapi, sekitar jam 08.00, jalan sudah kembali lancar, ucapnya. Ia mengungkapkan, pembersihan memang membutuhkan waktu. Sebab, batang bambu tentu berbeda dengan batang pohon lain, semisal mahoni, jati, atau pohon keras lainnya. Memotong rumpun bambu tentu agak lebih ribet dibanding memotong pohon mahoni, misalnya. Tapi berkat kerja keras petugas, saat ini semua sudah lancar, pungkasnya. (set)