Bupati Temanggung: Warga Diharap Tidak ke Jakarta

krjogja 21-05-19 18:10 nasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Bupati Temanggung M. Al Khadziq menghimbau masyarakat kabupaten tersebut untuk tidak pergi ke Jakarta guna ikut turun jalan menolak hasil pemilu. Namun jika untuk keperluan lain dipersilahkan. "Jika ke Jakarta untuk menolak hasil pemilu saya kira tidak perlu. Kalau mau ke Jakarta untuk keperluan pribadi silakan saja," kata Al Khadziq, usai menghadiri apel kebangsaan di timur Alun-Alun Temanggung, Selasa (21/5/2019). Dia mengatakan bila ada yang tidak menerima hasil pemilu bukan caranya dengan turun ke jalan, tetapi menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Sesuai tahapan penghitungan suara, di Temanggung kemungkinan tidak ada yang tidak menerima hasil pemilu Masyarakat Temanggung katanya, sudah dewasa dan konstitusional. Namun kalau mau menggugat silakan, diberi kesempatan untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi dan ada batas waktunya. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan daerah Temanggung sampai dengan hari ini situasinya kondusif. "Kami sudah memantau bersama pihak Kodim dan Pemkab Temanggung, semoga saja tidak ada pergerakan massa terkait rekapitulasi KPU pusat. Semoga saja situasi kondusif ini bisa kita pertahankan baik sekarang, besok, maupun seterusnya," katanya. Dikatakan saat ini Temanggung mendapat bantuan pengamanan dari Armed sebanyak 100 personel, kemudian dari Kodim 0706/Temanggung ada 100 personel yang siaga dan dari Polres ada 300 personel dan dari pemkab ada Dishub dan Satpol PP masing-masing 30 personel. Dia mengemukakan personel tersebut ditempatkan, baik di KPU, Bawaslu, tempat-tempat ibadah, objek vital, penggal-penggal jalan. "Pada saat kegiatan siang maupun malam akan kita lakukan patroli gabungan, khususnya pada malam hari kita lakukan patroli termasuk operasi pekat karena ini situasi Ramadan," katanya. (Osy)