Dishub Jateng Prediksi Kemacetan di Exit Tol Bawen Paling Parah, Penyebab Utamanya Karena Ini

tribunnews 15-05-19 17:32 nasional

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persiapan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tegah menghadapi musim mudik Lebaran 2019 semakin dimatangkan. Beberapa titik kemacetan sudah dipetakan hingga memaksimalkan jalur alternatif baru. Kepala Dishub Jawa Tengah, Satriyo Hidayat mengatakan mempersiapkan seluruh rambu jalan di Jawa Tengah. Adapun yang bakal dioptimalkan serta ditambah adalah papan petunjuk di jalur-jalur alternatif terbaru. "Semenjak adanya Tol Trans Jawa, ada beberapa pintu keluar yang menghubungkan jalur alternatif baru. Misalnya Exit Tol Colomadu, Ngasem. Itu kalau belok kiri ke Kartosuro, ke kanan jalur alternatif baru. Nah, di situ yang akan kami beri papan petunjuk supaya pemudik lebih jelas akan ke mana," bebernya usai mengisi Prime Topic Trijaya FM di Hotel Noormans Semarang, Rabu (15/5/2019). Justru yang masih disayangkannya adalah penerangan jalan yang belum maksimal. Dari 9.800 penerangan jalan yang dibutuhkan, hanya baru tersedia 4.800 penerangan. "Jadi masih kurang 5 ribu penerangan jalan. Ini terus kami koordinasikan dengan kabupaten-kota agar secepatnya dipasang. Khusus jalur alternatif, kami akan memasang deleniator. Itu seperti pagar pembatas jalan berstiker scotlite agar pengemudi tahu lebar jalannya," tuturnya. Sedangkan titik kemacetan yang ada di Jawa Tegah, ia memperkirakan sekitar 14 titik. Dari sekian titik kemacetan, Satriyo memprediksi yang paling parah ada di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang. "Sebab jarak antara exit tol dan terminal di Bawen itu hanya 200 meter. Saat ini sedang kami viralkan bagi pemudik arah Yogyakarta disarankan keluar Exit Tol Kartosuro saja," paparnya. Menurutnya, sebelum pihaknya menyarankan hal tersebut, pihaknya sudah lakukan simulasi. Hasilnya memang lebih cepat dibandingkan harus keluar dari Bawen melalui Magelang dan masuk Yogyakarta. Kalau tidak, bisa keluar Exit Tol Weleri, Kabupaten Kendal. "Nanti ambil arah Temanggung, Magelang, lalu masuk Yogyakarta. Lebar jalannya sudah 7 meter dan penerangan jalan ada sekitar 30 persen," paparnya. Sedangkan di jalur Pantura titik kemacetan ada di Pasar Brebes, kemudian masuk Pekalongan di Wiradesa. Hal ini bisa terjadi karena Pekalongan tidak memiliki ring road. Sehingga tidak ada pemecah arus lalu lintas. "Pada 2017 lalu, panjang kemacetan di Pekalongan mencapai 15 kilometer. Tahun berikutnya turun menjadi 10 kilometer. Diharapkan tahun ini semakin turun. Selain tidak ada ring road, di sana juga ada dua perlintasan kereta api," ucapnya. Kemudian memasuki Kota Semarang, Pasar Mangkang akan jadi titik kemacetan. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bisa mengurai kemacetan. "Titik kemacetan yang cukup lumayan mungkin itu saja. Untuk lainnya seperti Exit Tol Ngemplak, Ungaran, Ngasem, Boyolali, Weleri, Kaliwungu, tidak begitu dikhawatirkan. Tapi kami tetap siaga," tutupnya. (Faizal M Affan)