Keren! Aplikasi Inovasi Modal Rp 300 Ribuan Ini Bikinan Siswa SMK

krjogja 15-04-19 13:32 nasional

BANTUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 129 siswa dari 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Pameran Karya Aplikasi & Inovasi Siswa-Siswi SMK 2019 di kampus STMIK Akakom, Karangjambe, Banguntapan Bantul, Senin (15/04/2019). Kuindra, SKom, pengelola Praktik Kerja Industri (Prakin) mengatakan, pameran menghadirkan karya aplikasi-aplikasi inovasi terbaru. "Pameran menampilkan 17 inovasi terbaru. Aplikasi ini modalnya maksimal Rp 300.000, tidak boleh lebih. Kalau aplikasi mau dikembangkan lebih lanjut silakan saja," ucap Kuindra. Masing-masing aplikasi dibuat 6-10 siswa. Karya aplikasi inovasi ini sebagai bentuk solusi berbagai persoalan di sekeliling kita, dari mulai alat pendeteksi banjir sampai alat deteksi maling. "Semua aplikasi ini dikendalikan lewat android," katanya. Dalam pameran setiap kelompok mempresentasikan dari mulai ide, membuat karya dan membuat protatipe dan eksekusinya. Disebutkan Kuibdra, karya aplikasi inovasi itu, yakni Alat Penggerak Orang-orangan Sawah, Flood Early Warning System, keduanya dari SMKN 2 Ponorogo, Pendeteksi Getaran (SMKN 1 Pacitan), Kontrol Kipas Angin Via Bluetooth, Audio Resctive RGB LED Strip (SMKN 2 Temanggung), Saklar Suara Menggunakan Android, Sistem Pendeteksi Ruangan/Sebar (SMK Umar Fatah Rembang), Sistem Kendali Lampu Jarak Jauh Berbasis Arduimo (Sikelam Rajabau) karya SMKN Tembarak-Temanggung, Pengaman Pintu Menggunakan Sensor Pir dan LDR (SMK Muhammadiyah 2 Bantul). Sejumlah karya lain yang dipamerkan, Gerbang Otomatis (SMK Walisongo Jepara), Penjemur Pakaian Otomatis/Njepit (SMKN 3 Yogya), Smart Dustbin (SMKN 1 Sanden), Alat Pengatur Suhu dan penetas telur (SMKN 7 Ambon), Smart Garage (SMKN 2 Trenggalek), Palang Pintu Parkir Otomatis/Patas (SMKN 1 Klaten), Sensor Deteksi Maling Rumah/Sedekah (SMK Muhammadiyah 1 Yogya), Pengukur Tinggi Badan Digital/Nguntal (SMKN 1 Pangandaran). Menurut Kuindra, Praktik Kerja Industri di STMIK Akakom ada sehak tahun 2014. "Sudah ada 800 siswa dari 56 SMK dari berbagai kota di Indonesia praktik di sini, tapi baru angkatan ini karya aplikasi itu dipamerkan dan dipresentasikan. Tujuannya, berbagai persoalan di sekeliling kita bisa dicarikan solusi dengan pendekatan teknologi informasi. Aplikasi yang dibuat siswa memang harus membumi dan memberi manfaat," tandasnya. Terbukti, siswa SMK jurusan Teknologi Informasi dalam waktu seminggu secara berkelompok bisa membuat karya aplikasi baru. Hak Atas Kekayaan Intelektual, kalau itu mau dipatenkan milik siswa bersangkutan atau sekolah. "Saya hanya membimbing dan memberi jalan. Mudah-mudahkan aplikasi inovatif berguna untuk dunia pendidikan dan masyarakat." tandas Kuindra. (Jay)