Gandeng Bidan, Balkesmas Ambarawa Tekan Angka Stunting

radarsemarang 23-03-19 13:23 otomotif

RADARSEMARANG.COM- Semarang Stunting atau anak tumbuh pendek, dalam beberapa tahun terakhir, mendapat perhatian serius dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI. Perhatian serius terkait stunting inipun, mulai membuahkan hasil yang cukup signifikan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan angka penurunan yang cukup bagus terkait masalah stunting. Litbangkes merilis angka stunting di tanah air,dari 37,2 persen pada Riskesdas 2013 menjadi 30,8 persen pada Riskesdas 2018. Meski tren stunting mengalami penurunan, namun mengacu pada data Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka tersebut masih berada di bawah rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Persentase stunting di Indonesia secara keseluruhan masih tergolong tinggi dan harus mendapat perhatian khusus. Data WHO mensyaratkan, tingkat prevalensinya harus kurang dari 20 persen. Kondisi inilah yang didasari pemangku kepentingan, tak terkecuali Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Ambarawa, untuk turut membantu menurunkan angka stunting di wilayah Jawa Tengah, khususnya di wilayah kerja Balkesmas Ambarawa yang meliputi Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Temanggung, Wonosobo, Kendal, Magelang dan Boyolali. Beragam terobosan dilakukan Balkesmas Ambarawa, untuk menekan angka stunting di wilayah-wilayah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Balkesmas Ambarawa adalah dengan menggandeng Perguruan Tinggi (PT), khususnya mahasiswa akademi kebidanan, untuk turut membantu Pemerintah, dalam upaya menekan angka stunting di Jawa Tengah. Balkesmas Ambarawa, Selasa (19/03/19) menggelar seminar Kebidanan, peran masyarakat dan tenaga kesehatan dalam penurunan angka stunting di Provinsi Jateng. Kepala Balkesmas Ambarawa, Dokter Sigit Armunanto, M.Kes mengatakan, dengan kegiatan ini Bidan diharapkan bisa mengadvokasi masyarakat mulai dari usia remaja hingga usia produktif. Peran Bidan sendiri, menurut Dokter Sigit Armunanto, M.Kes, sangat strategis, dalam menurunkan angka stunting, karena sebenarnya stunting dapat dicegah sejak dini oleh para calon ibu. Para bidan, dapat memberi pemahaman dan penyadaran kepada ibu hamil maupun ibu yang baru memiliki bayi, agar memberi asupan nutrisi yang cukup . Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B9 dan asam folat yang baik saat mempersiapkan kehamilan dan masa kehamilan . Vitamin B9 dan asam folat ada dalam sayuran hijau seperti bayam, brokoli, sawi, selada,biji-bijian dan kacang-kacangan. (sls/web/ap)