Cara Unik Iqbal Sebut Nama Ganjar Pranowo, Tangannya Pegang Rambut dan Digerakkan ke Sisi Kanan

tribunnews 15-03-19 21:23 nasional

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dibikin tersipu melihat Iqbal, difabel tunarungu asal Kabupaten Temanggung yang hadir dalam Musrenbangwil se-Eks Karesidenan Kedu, Jumat (15/4/2019) di Pendopo Kantor Pemkab Magelang. Pasalnya baru kali ini Ganjar dipanggil oleh penyandang disabilitas menggunakan bahasa isyarat yang unik. Mulanya Iqbal menyampaikan aspirasinya kepada Ganjar Pranowo soal ketersediaan akses untuk para difabel, khususnya tunarungu. Kepada Ganjar, dia mengungkap kekecewaannya karena dia dan kawan-kawannya merasa kesulitan saat mengunjungi pelayanan publik maupun perkantoran. "Bagaimana pelibatan disabilitas tentang pembangunan akses, pelayanan publik saat antre. Untuk temen-temen tunarungu tidak ada aksesnya," kata Iqbal. Saya ingin, kata Iqbal yang diterjemahkan juru bahasa isyarat, semua bank, kantor, rumah sakit, dan pelayanan publik ada layar monitornya. "Kami tidak ingin dikasihani, tapi kami butuh akses. Kesetaraan antarsesama agar kami saling memahami," katanya. Begitu menyampaikan keluhannya itu, Iqbal lantas minta pada Ganjar terkait ketersediaan guru juru bahasa isyarat, khususnya di eks Karesidenan Kedu. Hal itu agar komunikasi antara yang tunarungu dengan yang tidak, semakin baik. "Sebab, relawan juru bahasa isyarat di Kedu masih sedikit. Seperti yang Ganjar lihat ini (juru bahasa isyarat) sangat sedikit. Kami perlu fasilitas untuk guru juru bahasa isyarat," katanya. Saat menyebut nama Ganjar itulah, Iqbal menggunakan bahasa isyarat. Bukan isyarat susunan huruf yang jika di-eja terbaca Ganjar, tapi Iqbal memakai bahasa isyarat dengan tangan yang menata rambut ke sisi kanan. "Lho isyarat namaku seperti itu to? Baru tahu aku. Ok Iqbal, saya belajar banyak dari kamu," kata Ganjar terkejut. "Karena teman-teman tunarungu setiap memanggil orang berdasarkan ciri khasnya. Kalau Ganjar rambutnya disisir ke kanan. Ya kode yang ditujukan seperti itu. Itu budaya yang dibangun oleh teman-teman difabel," kata Iqbal melalui juru bahasa isyarat. Ganjar lantas memuji usulan Iqbal dan cara-cara komunikasinya. Itulah satu alasan kenapa setiap Musrenbang di Jawa Tengah, teman-teman difabel selalu dilibatkan selain forum anak dan perempuan. Dengan pelibatan itu, Ganjar berharap semua aspirasi masyarakat dari kelompok manapun bisa masuk. "Kamu keren. Masukannya sangat hebat. Itulah kenapa setiap Musrenbang teman-teman difabel selalu kami lihatkan selama lima tahun tidak ada satu orang pun yang ditinggal," katanya. Soal aksesibilitas difabel tunarungu di perkantoran dan pelayanan publik, Ganjar langsung memerintahkan para Bupati dan Wali Kota maupun organisasi perangkat daerah untuk menjalankan apa yang diinginkan Iqbal. Sementara untuk penambahan guru juru bahasa isyarat, Ganjar berjanji akan segera memenuhi. "Ini langsung berlaku untuk semua yang hadir. Di setiap layanan publik mungkin ada satu garis, sehingga mereka langsung masuk ruang atau space jadi orang langsung tahu yang masuk itu berkebutuhan khusus. Untuk guru juru bahasa isyarat kami siapkan," katanya. (Faizal M Affan)