PT Pegadaian (Persero) Hadirkan The Gade Coffee & Gold di Kota Semarang

tribunnews 15-03-19 09:35 nasional

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kafe yang dikelola oleh PT Pegadaian (Persero) yang bernama The Gade Coffee & Gold hadir di Kota Semarang. Kafe ini merupakan cabang ke 28 dari seluruh kafe yang dimiliki perusahaan plat merah tersebut. Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan mengatakan, akan tetap terus mendekatkan diri dengan nasabah muda di berbagai kota. Tak terkecuali ibukuota Jawa Tengah. "Melalui The Gade Coffee & Gold, kami ingin anak muda mengenal Pegadaian. Sehingga tak hanya para orang tua saja yang sering bolak balik memanfaatkan layanan kami," imbuhnya belum lama ini. Berada di Jalan Imam Bonjol no 24-26, Pandansari, Semarang Tengah, The Gade Coffee & Gold memiliki berbagai varian kopi yang tak kalah dengan kafe lainnya. Mulai dari kopi Gayo, Flores, Bondowoso, Kerinci, Toraja, dan kopi Temanggung ada di kafe ini. Damar menjelaskan, anak muda sangat berpotensi sebagai calon nasabah perusahaan dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan. "Sehingga, ditegaskan di tahun 2019, Pegadaian menargetkan nasabah sebanyak 12 juta jiwa atau naik 20,3% dibandingkan tahun sebelumnya," terangnya. The Gade Coffee & Gold juga memberikan ruang kepada Pegadaian untuk menghadapi perkembangan digital. Lalu apa hubungannya dengan sebuah kafe? Ternyata, Pegadaian meluncurkan sebuah layanan digital yang diberi nama Pegadaian Digital Service (PDS). "PDS adalah aplikasi layanan untuk seluruh produk kami secara digital. Bentuknya aplikasi yang bisa diunduh di Play Store. Dengan adanya The Gade Coffee & Gold dan layanan inovatif kami PDS, kami ingin generasi muda juga dapat mengenal Pegadaian beserta produknya," ucap Damar. Ia berharap, The Gade Coffee & Gold bisa menjadi wadah diskusi anak muda di Kota Semarang dan saling berbagai informasi. "Sebab konsep kafe ini menyerupai co-working space. Selain ngopi, bisa juga mengerjakan hal-hal positif yang disukai anak muda," imbuhnya. Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, juga turut hadir dalam pembukaan The Gade Coffee & Gold di Kota Semarang. Ia mengatakan menyambut baik dan positif dengan munculnya The Gade Coffee & Gold di Kota Semarang. "Kafe ini menambah deretan variasi kafe di Kota Semarang. Tetapi uniknya, di sini pengunjung bisa sekaligus tahu produk layanan yang dimiliki PT Pegadaian (Persero)," katanya. Menurutnya, di Kota Semarang sudah ada 2 ribu lebih kafe, restoran, dan sejenisnya. Ini menambah potensi wisata kuliner di Kota Semarang. "Berdasarkan hasil survei, ada 36% wisatawan yang datang ke Kota Semarang untuk menjajal kulinernya. Saya harap The Gade Coffee & Gold bisa menjadi satu di antaranya. Apalagi lokasinya juga strategis dekat dengan Stasiun Poncol Semarang," imbuhnya. Kafe di era saat ini bukan lagi menjadi tempat menikmati kopi saja. Menurut Ita panggilan akrabnya, kafe sudah menjadi tempat belajar bagi anak milenial. "Anak sekarang kalau belajar sudah tidak di rumah lagi. Di kafe pun bisa. Jadi pesan kopinya satu, tapi betah Wifi-an sampai tengah malam," tegasnya. Ita berharap The Gade Coffee & Gold bisa menarik anak muda yang ingin lebih tahu tentang produk layanan yang dimiliki Pegadaian.(afn)